Senin, 14 Januari 2013

Ayah.....

Bapak....betapa besar rasa rindu yang aku miliki kini padamu....hal yang paling ingin kulakukan saat ini adalah tertidur dipangkuanmu...
Bapak....terkadang aku hanya ingin bilang maaf karena tak pernah ada kebanggaan yang aku berikan padamu....
Bapak....ternyata anakmu ini belumlah cukup dewasa...usiaku memang semakin bertambah, namun rasanya terkadang aku masih sangat mirip anak-anak....
Bapak....maafkan aku karena belum bisa menjaga mamah dan adik-adikku dengan baik....
Bapak....aku amat merindukanmu....kau bahkan tak seperti rembulan yang dapat kulihat saat malam menjelang.....
Bapak....aku seperti kayu yang mudah rapuh....aku bagai rumah yang berpondasi buruk....
Bapak....aku lelah...lelah berusaha tegar...lelah terlihat amat kuat.....aku lelah...aku ingin bersandar dipangkuanmu...menangis tanpa berkata apapun seperti biasanya...
Bapak maaf....maaf karena selama ini seringkali aku merasa kau tak pernah menghargai setiap pencapaian yang aku peroleh, entah akademikku ataupun non akademik....aku tahu dibalik sikap cuek mu engkau bangga padaku, aku tahu dibalik laranganmu engkau mendukung dan selalu mendo'akanku....
Bapak....maaf karena aku selalu menjadi anak gadismu yang paling keras kepala....aku sering sekali berdebat denganmu,,, memaksakan keinginanku....aku ingat dulu betapa bapak melarangku aktif di paskibra karena kondisi fisikku yang kurang baik saat itu....tapi aku memang anakmu yang paling keras kepala...aku bersikeras dan akhirnya tetap melilih aktif di paskibra...aku juga ingat dulu bapak dan mamah sering protes karena waktuku habis hanya untuk sekolah, dan kegiatan keorganisasianku yang seabreg...bapak sering kesal karena bahkan waktu liburku aku isi dengan kegiatan di PII, di OSIS atau bahkan di PASKIBRA... aku ingat dulu mimi bahkan sakit saat aku nekat berangkat ke sukabumi untuk mengikuti konferensi wilayah PII.... aku memang anak yang keras kepala...maaf pak.... maaf karena terkadang aku tak punya banyak waktu karena kegiatanku ini,,, terkadang aku lebih perduli pada organisasiku, pada orang banyak, daripada menghabiskan banyak waktu untuk bercengkrama bersamamu.
Bapak....bagiku kau adalah figur terbaik....terlepas dari baik dan buruknya dirimu....tapi dimataku engkau adalah pria terhebat yang ada dalam hidupku.....terimakasih karena sudah mendidikku dengan baim selama ini, selalu meminjamkan pangkuanmu saat aku merasa lelah dan ingin menangis, terimakasih mendidikku menjadi gadis yang kuat, terimakasih untuk tak memanjakanku....terimakasih untuk cinta yang engkau berikan padaku...i love u so much.... and i verry miss u....

Tidak ada komentar:

Entri Populer