Senin, 31 Desember 2012

Harus Bagaimana....???

Harus bagaimana aku kini.....???
Jika kamu selalu begitu.....membiarkanku dalam kebimbangan yang tak kunjung berkesudahan.....haruskah aku menyerah...??? haruskah aku mulai melepaskan...??? aaku tak bisa menunggu terlalu lama....tapi aku tak bisa pergi begitu saja..... Tunjukan niatmu, jika memang itu memang benar niatmu, namun jika masih ragu, putuskanlah saja....aku tak bisa lebih lama lagi menunggu dalam ketidak pastian.....
Kamu.... hatimu bagaimana sebenarnya...??? mengapa tak pernah kudapati dirimu yang sebenarnya....??
Aku harus bagaimana sebenarnya....??? aku merasa sama sekali tak memahamimu.....
Apa yang harus aku lakukan ketika ada lelaki lain yang datang padaku dengan niat yang lebih jelas dan mantap....??? haruskah aku menanyaimu terlebih dahulu??? ataukah aku berhak putuskan sendiri...???
tolonglah berikanlah secercah kejelasan untukku hingga aku tak lagi gamang dalam melangkah..... aku tak ragu untuk putuskan....
Aku membingungkanku.... segera akhiri dan berikan keputusanmu karena aku menunggu..... menunggu hingga waktu yang akupun tak tahu harus sampai kapan....

Kamis, 27 Desember 2012

Aku ingin.....

Hal yang saat ini aku ingin lakukan adalah membuat buku memori tentang hidupku, dari mulai  aku dilahirkan sampai aku saat ini....diisi foto-fotoku, keluargaku, sahabat-sahabatku, mereka yang mengisi dan menghiasi hari-hariku....ah tak sabar rasanya pengen cepet nulis.....
semoga semuanya lancar....dan berlanjut hingga aku menikah, punya anak, punya cucu bahkan....akan menjadi catatan panjang sepertinya.....
aku harap kisah hidupku atau apapun yang kualami, keturunanku kelak bisa mengenalku dengan baik dari hal itu.....
ah tuhan .....bisakah...???
aku juga ingin bercerita betapa aku tergila pada seseorang bernama Ryan Nugraha, pada tatapannya yang luar biasa menusuk hingga meninggalkan bekas dalam hatiku.....tak hanya kisah cinta tapi segala hal tentangku.....
Aku yang dalam proses karena aku ingin menjadi orang yang jauh lebih baik untuk kedepannya dan penantiannku yang menyita sabarku dalam menantikan jodohku....
semuanya....aku ingin cerita semuanya.....

Minggu, 25 November 2012

Terimakasih Ya Rabb

Rabbi....aku bersyukur Engkau berikanku pelajaran yang luar biasa....Engkau tunjukan kebenaran yang awalnya tak ingin kulihat maupun kusadari lewat rasa sakit dan linangan air mataku...kau tunjukan bahwa dia bukanlah yang terbaik untukku dengan cara yang sedikit menyaakitkan....tapi tak apa...rasa sakit itu telah mencambuk hatiku...hingga aku lebih bisa tegas kini terutama  pada diriku sendiri....
Bersyukurku padaMu ya Rabb...terimakasih untuk pembelajaran hidup yang satu ini....

Sabtu, 17 November 2012

Hanya sebatas itu

No Post.....
Post Deleted......
tiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt.....

Sebuah pembelajaran dari perenungan

Hidup itu terus berjalan...tak bisa diam....seperti kita yang harusnya terus berjalan...karena jika hanya diam maka hidup yang akan meninggalkan kita....Kawanku pernah berkata bahwa hidup adalah sebuah pilihan dimana setiap pilihan itu memiliki resikonya masing-masing....ya kurasakan betul hal ini....resiko dari pilihan yang kuambil...Kusadari bahwa sedari awal pilihannku salah...hingga kini aku harus jatuh bangun dalam memperbaiki kesalahan atas pilihanku dulu....penyesalan itu jelas...aku menyesal kenapa tak kuambil pilihan orangtuaku hanya karena egoku....Kutahu betul sikapku yang keras....sangat keras kepala bahkan....tak jarang kuambil keputusan tanpa aku berfikir panjang.....terkadang aku juga terlalu cepat dalam mengambil keputusan....owh ternyata itu amat aku sesali....seandainya aku lebih mendengarkan kata Bapak untuk kuliah di keguruan...mungkin saat ini aku bahagia karena aku bekerja sesuai dengan pasiionku....jika saja pinangan yadi lebih kupilih daripada menerima cinta a vidi hanya karena desakan keluarga besarku...mungkin saja saat ini aku sudah bahagia dan menjalin rumah tangga dengan seseorang yang sesungguhnya telah aku cintai selama bertahun-tahun bahkan mungkin dia cinta pertamaku.....betapa indahnya saat cinta pertamaku menjadi cinta terakhirku.....sekali lagi hidup adalah pilihan...dan kini aku memilih menjalani apa yang ada dihapanku sembari kuperbaiki segala kesalahanku...hidup mungkin takkan berputar kebelakang kemasa pilihan itu datang....yang pasti perbaikan harus terus dilakukan....



Ummu Sulaim "Pemilik Mahar Termulia"

Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani
Rosululloh bersabda:
Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494)
Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih dikenal dengan kunyahnya yaitu Ummu Sulaim . Ia adalah sosok wanita yang selalu dekat dengan Rosululloh.
Sungguh besar sekali rasa ghibthoh(1) Ghumaisho’ binti Milhan saat melihat orang-orang menyambut kedatangan Rosululloh yang hijrah dari Makkah tiba di Madinah. Mereka menemui beliau dengan membawa hadiah sebagai ucapan selamat datang. Ia berpikir apa yang akan ia hadiahkan kepada Rosululloh, sedangkan ia tidak memiliki harta yang dapat dihadiahkan, sebab ia hanya seorang janda miskin yang ditinggal mati suaminya. Suaminya hanya meninggalkan untuknya seorang putra, … sampai di sini pikiran Ghumaisho’ tersentak, sadar bahwa ternyata ia memiliki sesuatu yang sangat berharga. Ya, …seorang putra! Ia berpikir mengapa tidak ia hadiahkan saja putranya, Anas, yang sedari kecil telah Rosululloh talqinkan dua kalimat syahadat kepadanya, sehingga membuat suaminya, Malik bin Nadhor, yang musyrik menjadi marah dan menghardiknya (seraya berkata): “Jangan engkau hancurkan kehidupan anakku!” Ummu Sulaim membantah: “ Justru sebaliknya, saya menyelamatkannya.”
____________________________________________________________
(1)“ Ghibthoh adalah perasaan iri terhadap orang lain dalam berbuat kebaikan dan amal sholih. Iri seperti ini dibolehkan dalam agama. (lihat Shohih Bukhori hadits no. 73 dalam Kitabul Ilmi).
Semenjak itulah suaminya pergi meninggalkannya sampai ia meninggal di negeri Syam.
Dengan menggandeng Anas kecil, Ummu Sulaim menuju kediaman Rosululloh. Tatkala bertemu dengan Rosululloh, Ummu Sulaim mengucapkan salam dan ucapan selamat datang, lalu ia berkata: “Wahai Rosululloh, semua orang Anshor, laki-laki dan perempuan telah memberimu hadiah, sedangkan aku tidak mempunyai sesuatu yang berharga untuk kuhadiahkan kepadamu selain putraku ini. Ambillah ia menjadi pelayanmu.” Rosululloh memandang Anas dengan kasih sayang dan dengan lembut sembari mengelus rambutnya. Beliau menerima Anas yang baru berumur sepuluh tahun itu dengan gembira.
Sebagai janda yang cantik, cerdas dan baik akhlaknya, tidak heran bila Ummu Sulaim menjadi janda kembang yang menjadi incaran para lelaki. Abu Tholhah (Zaid bin Sahal) ketika mendengar bahwa Ummu Sulaim telah menjadi janda, ia langsung mendatanginya untuk melamarnya menjadi istri. Ia khawatir ada orang lain yang mendahuluinya. Namun, impiannya untuk menjadikannya sebagai istri melayang terbawa angan-angan. Ia yakin Ummu Sulaim tak akan menolaknya karena ia adalah seorang bangsawan yang kaya raya, di samping itu ia juga seorang ksatria mumpuni dan ahli memanah. Dengan tekad yang bulat, Abu Tholhah menemui Ummu Sulaim di rumahnya, lalu dengan sopan ia meminta izin masuk. Di rumah itu ia disambut oleh Ummu Sulaim dan putranya, Anas. Tidak lama setelah itu, ia langsung mengajukan lamaran, lantas Ummu Sulaim pun menjawab: “Orang sepertimu tak mungkin ditolak, hanya saja saya tidak boleh menikah dengan orang kafir.”
Abu Tholhah mengira bahwa Ummu Sulaim hanya mencari alasan saja dan telah ada lelaki lain yang lebih kaya atau lebih terhormat darinya yang lebih dahulu melamarnya. Lalu ia berkata kepadanya: “Apa alasanmu tidak menerima pinanganku? Apa kamu ingin emas dan perak?” Ummu Sulaim bertanya keheranan: “Emas dan perak?” Abu Tholhah menjawab: “Benar.” Ummu Sulaim berkata: “Sama sekali bukan karena itu. Demi Alloh, jika engkau mau masuk Islam maka aku rela menjadi istrimu, dan ke-Islamanmu menjadi mahar bagiku, bukan emas dan perak.”
Ketika mendengar ucapan Ummu Sulaim, seketika itu Abu Tholhah teringat berhalanya yang terbuat dari kayu yang biasa ia sembah di rumah. Ummu Sulaim tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, lantas ia berkata: “Wahai Abu Tholhah, apakah engkau tidak tahu bahwa Ilah yang engkau sembah selain Alloh itu hanyalah sekedar kayu yang tumbuh dari bumi?” Ia menjawab: “Benar.” Ummu Sulaim melanjutkan: “Apakah engkau tidak merasa malu menyembah sebatang kayu yang engkau jadikan sebagai Ilah, sedang orang lain menjadikannya sebagai kayu bakar untuk menghangatkan badan atau memasak roti. Wahai Abu Tholhah, jika engkau masuk Islam, aku akan rela menjadi istrimu dan aku tidak menginginkan mahar selainnya.” Abu Tholhah terdiam sejenak, lalu berkata: “Bagaimana caranya?” Ia menjawab: “Dengan mengucapkan: Asyhadu Allaa Ilaaha Illalloh wa Anna Muhammadan Rosululloh.” Dengan dua kalimat syahadat itulah, akhirnya Abu Tholhah menikahi Ummu Sulaim, yang mana tak ada mahar yang paling mulia dari mahar Ummu Sulaim.
Rumah Ummu Sulaim adalah satu-satunya tempat yang dimasuki Rosululloh selain rumah istri-istri beliau. Pernah ditanyakan kepada Rosululloh mengapa beliau sering berkunjung ke rumah Ummu Sulaim, maka beliau menjawab: “Aku kasihan kepadanya karena saudaranya(2) terbunuh bersamaku.” Suatu kali, ketika ia datang berkunjung, beliau melihat putra Abu Tholhah yang bergelar Abu Umair sedang bersedih. Lantas beliau bertanya kepada Ummu Sulaim: “Mengapa Abu Umair bermuka masam?” Ummu Sulaim menjawab: “Karena burungnya yang bernama Nughoir mati.” Kemudian Rosululloh menemuinya dan berkata: “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi pada Nughoir?”(3)
_________________________________
(2). Yaitu Harom bin Milhan yang terbunuh di sumur Ma’unah.
(3)  Dalam pertanyaan Rosululloh kepada Abu Umair ini terdapat penjelasan bagi kita tentang bagaimana sifat kasih sayang Rosululloh. Beliau sebagai manusia yang paling mulia juga bercengkrama dengan anak-anak. Lalu bagaimana dengan kita?
Setelah kejadian itu, Abu Umair jatuh sakit. Ketika Abu Tholhah tidak di rumah, anak kesayangannya itu meninggal. Kemudian Ummu Sulaim memandikan dan mengafaninya, lalu menutupinya dengan kain. Kemudian berkata kepada keluarganya: “Jangan kalian beritahukan kepada Abu Tholhah, biarlah aku sendiri yang mengabarinya.”
Ketika Abu Tholhah datang, Ummu Sulaim memakai wewangian dan berhias, lalu menghidangkan makan malam. Setelah makan, Abu Tholhah bertanya kepada Ummu Sulaim: “Bagaimana keadaan Abu Umair?” Ia menjawab: “Ia telah tenang sekarang.” Setelah itu, Abu Tholhah menggauli istrinya.
Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata: “Wahai Abu Tholhah, bagaimana pendapatmu bila satu keluarga dipinjami sebuah titipan, lalu pemiliknya memintanya kembali, apakah mereka harus mengembalikannya atau mempertahankan?” Abu Tholhah menjawab: “Mereka harus mengembalikannya.” Ummu Sulaim berkata: “Abu Umair telah meninggal, maka bersabarlah.”
Dengan marah Abu Tholhah menghadap Rosululloh dan menceritakan semua kejadian itu. Lalu Rosululloh berkata: “Semoga Alloh memberkahi malam kalian.” Setelah itu Ummu Sulaim hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Kemudian Anas membawanya kepada Rosululloh, lalu Rosululloh mentahniknya dengan kurma, dan dengan lahapnya bayi itu mengulum kurma yang dimasukkan ke mulutnya. Rosululloh berkata: “Perhatikanlah, bagaimana sukanya kaum Anshor terhadap kurma.”
Beliau kemudian menamainya Abdulloh, dan tidak ada generasi Anshor yang lebih bagus darinya. Diriwayatkan bahwa Abdulloh bin Tholhah mempunyai tujuh orang anak laki-laki yang semuanya hafal al-Quran.
Dalam hal keberanian, Ummu Sulaim juga memiliki peran yang sangat mengagumkan. Ketika terjadi Perang Hunain, ia keluar membawa sebilah belati. Lalu Abu Tholhah mengadukan hal itu kepada Rosululloh: “Wahai Rosululloh, Ummu Sulaim membawa belati.” Mendengar itu, Ummu Sulaim langsung berdalih: “Wahai Rosululloh, aku membawanya bila ada orang musyrik yang mendekatiku, maka aku akan membelek isi perutnya.”
Semoga Alloh meridhoi Ummu Sulaim, Ghumaisho’ binti Milhan .

Senin, 17 September 2012

Salahkah....???

Tuhan....salahkan jika aku berharap.....berharap dialah pelabuhan terakhirku...orang yang baik yang kau takdirkan untukku...???seseorang dimana akulah tulang rusuknya, tuhanku yang maha pengasih....salahkah jika aku juga masih mencintai seseorang itu...seseorang yang bahkan tak pernah melihatku dan menyadari keberadaanu serta seberapa besar cintaku padanya....?????
Tuhanku....tunjukan padaku siapakah jodoh bagiku dan berikanku ketentraman batin....
Tuhanku yang maha kumohon padaMu.....
jika laki-laki yang kini aku cintai bukanlah jodoh yang terbaik bagiku maka buatlah hatiku rela melepaskannya....biarkan aku hanya menjadi sahabtnya yang tulus menyayanginya sebagai seorang sahabat....
Tuhanku....Kumohon...bantu Aku....

Minggu, 09 September 2012

Narsis Of The Days....




Lagi Narsiiiiizz......



Miss U always...

Semakin hari....setiap hari...setiap waktu...setiap hembus nafas....setiap ingatan....setiap gerakan....semuanya...tentang kamu....kamu...kamu...dan selalu kamu....kamu bagai dogma yang selalu mengikatku...mengikat hatiku....hingga aku tak mampu lepas barang sejenakpun dari bayangan dan ingataku tentang kamu.....kamu adalah seseorang yang membuatku rindu setiap waktu...setiap saat bahkan tanpa aku sadari aku selalu memikirkanmu.....Tuhan sihir cinta macam apa yang kini kualami...???

Sabtu, 08 September 2012

Kamu....kamu....dan selalu kamu...

Kadang aku tak mengerti dengan diriku sendiri....mengapa aku sebegitu jatuh hatinya padamu...sesungguhnya apa yang membuatmu begitu kuat didalam hatiku,,,??? hingga seberapa banyaknya pun yang mendekat,,,hatiku seolah tak tergugah dengannya....
Tuhan....kadang aku berfikir cinta memang buta....buktinya adalah butanya mataku karena cintaku padanya...owh tuhan....bantulah aku lepaskan segala rasaku untuknya...hingga hatiku tak selalu dirundung kerinduan yang teramat sangat padanya.....
Tuhan....kutahu cintanya bukanlah untukku,,,kutahu dia mungkin tak pernah perduli akan perasaannku, tapi mengapa hal itupun tak pernah cukupp untuk membuatku melupakannya dan terlepas dariinya....
Tuhanku yang maha penyayang....inikah yang disebut dengan keikhlasan dalam menyayangi dan mencintai....sedalam inikah rasa yang aku miliki untuknya????
Tuhan....kadang aku berharap biarkan dia mencintaiku sebentar saja....aku hanya ingin merasakan cintanya untukku.....
Tapi tuhan....kutahu rasanya itu adalah hal yang tak mungkin....tapi melupakannya juga adalah hal yang menyiksa bagiku....
Tuhan....mengapa aku harus tersiksa oleh cinta yang sepertii demikian....????tak pantaskah aku mendapatkan cinta yang tulus...????
Tuhan....bantu aku....peluk aku....aku merasa amat rapuh kini.....

Senin, 13 Agustus 2012

Aku.....Lelah...

Dan hidup adalah pilihan katanya....setiapa pilihan itu memiliki konsekuensinya masing-masing....mungkin apa yang kualamai saat ini adalah konsekuensi dari pilihanku.....pilihan yang perlahan kurasa tidak tepat...ya memang sangat tidak tepat...kadang aku berandai....seandainya aku tak pernah memilih pilihan ini....aku takkan menyesal kini....namun apapun itu...inilah konsekuensi yang harus kuhadapi...tak untuk terus aku sesali,namun bagaimana aku memperbaiki semuanya....ya....aku ingin perbaiki semuanya dan aku akan mulai dengan menata hatiku, kembalikan semangat hidupku dan rasa percaya diriku....
Tuhan yang aku sayang....
Tuhanku aku mohon dengan sangat.....bersediakah engkau hapus segala rasa yang ada dihatiku....aku ingin melupakan segala perasaan yang aku miliki padanya....aku bahkan enggan....
Tuhan....mengapa jadinya seperti ini...?mengapa aku jadi wanita yang bodoh hanya karena lelaki itu....???
kenapa aku begitu mencintai seseorang yang bahkan mungkin hanya mempermainkanku saja....???
Tuhanku yang maha.....tolong aku, keluarkan aku dari belenggu cinta yang menyesakkan ini....aku benci dengan perasaan ini, namun aku tak dapat berbuat apapun....tolong aku tuhan....

Minggu, 12 Agustus 2012

Rabby.....

Ya rabb...terlalu banyak aku mengeluh padamu...atas segala rasa yang kualami...atas sakit yang kudapat...atas perih yang melanda...
Rabb....sungguh firmanmu adalah sebuah kebenaran hakiki...sungguh ketetapanmu adalah untuk kebaikanku sendiri....rabbi maafkan hambamu yang tak istiqamah dalam, menjalani semuanya....begitu sulitnya menjaga hati ini...hingga ini yang hamba dapatkan...kepahitan yang luar biasa....karena cinta yang tak seharusnya hamba rasakan...
Rabbi....

Masih saja....

Masih saja....rasanya sulit sekali hilangkanmu dari fikiranku...dari hidupku...sebenarnya kenapa? apa sebegitu besar rasa cintaku padamu,,,hingga aku rela jadi tolol seperti ini....
oh tuhan....bantulah aku lupakan dia dan hapuskan dia dari hatiku...
kadang aku berharap aku amnesia saja....biar aku lupa....hemmm kenakan memang....

Sabtu, 21 Juli 2012

Di suatu Sudut Hatiku Berbisik...

Ya Allah....bisakah jika aku ingin membantu dia, biarkan aku jadi alarmnya yang membantu mengingatkannya padaMu.....
Tuhan....aku ingin mencintainya dengan cara yang seperti ini, membantunya mendekatkanya padamu, meski aku tahu aku juga bukanlah orang yang baik....aku juga bukan muslimah yang shalehah....akupun buka hambamu yang taat....aku hanya ingin berbagi, karena akupun ingin menjadi orang yang lebih baik, aku harap aku juga dapat membantunya.....mungkin inilah caraku mencintainya....aku hanya berharap, ada suatu kebaikan yang dia rasakan selama dia mengenalku....aku hanya inginkan dia menjadi seseorang yang jauh lebih baik....
karena itu juga, selalu kuselipkan untuk mendo'akan dia dalam setiap do'aku padamu....berharap engkau berkenan untuk kembali memberinya hidayahMu agar ia dapat kembali merengkuh cintaMu.....
hanya itu tuhan yang aku inginkan darinya....

Tuhan......

Aku tahu....mungkin aku adalah gadis bodoh....aku tahu apa yang kamu lakukan padaku, aku sadari itu, aku rasakan sakitnya, perihnya, namun aku tak pernah mampu untuk membencimu, aku tak pernah bisa..... aku masih selalu memaafkanmu....mengingatmu....mendo'akanmu....dan mengingatkanmu....
aku kadang tak mengerti dengan hatiku.....dan dengan bagaimana aku mencintaimu....inikah yang namanya cinta? tapi jika ini cinta, mengapa aku yang selalu tersakiti?
Aku tahu, dia bukanlah orang yang baik, akupun tahu cintanya mungkin takkan pernah untukku....tapi, entah mengapa itupun seolah tak masalah bagiku karena aku mencintainya....
Ya Allah....sadarkanlah hambamu ini dari cinta yang demikian ini....agar hamba tak terlalu jauh melangkah....

Jumat, 20 Juli 2012

30 Hari.....

30 Hari lagi....
30 Hari lagi....
Hari yang kunanti,,,yang tak tahu akan bagaimana nantinya, apakah seperti apa yang diharapkan keluarga besarku, atau sebaliknya....aku..? aku tak tahu, masih belum siap membuka hatiku kembali....
 

Hanya ini yang dapat kuberikan untumu...

Tuhan....kurasakan sungguh kasih sayangMu untukku....dari berbagai cobaan yang aku terima akhir-akhir ini...terimakaksih ya Rabb...dengan ini kau tarik aku kembali mendekat padaMu....kurasakan banyak perubahan dalam diriku akhir-akhir ini, meski tak begitu signifikan tapi Allhamdulillah perlahan mulai terlihat, terimakasih Ya Rabb karena kau kirim teman terbaik bagiku, dimana tanpanya sehari saja trasa ada yang kurang dan tak lengkap hariku, terimakasih untuk Al-Qur'an ya ng kni menjadi teman baikku,,,, sungguh tenang hati ini saat sudah ku membacanya, dan ada kerinduan saat aku tak bisa membacanya...
Ya Rabb...begitu sakit rasanya hati ini, hingga aku sudah tak mampu menangis lagi, namun perlahan kau obati hati ini dengan obat yang paling tepat dan mujarab...
kau berikan aku sahabat-sahabat yang baik, yang tak pernah lelah mengingatkanku dan menguatkan jiwaku saat aku merasa rapuh....
Rabbi....terimakasih karena kau telah kabulkan do'aku tuk perlahan jauhkanku dari dia, sungguh aku tak mebencinya dan sudah kumaafkan, hanya saja aku tak mampu bersikap seperti dulu lagi, lukaku belumlah kering sempurna, namun hal yang tak pernah berubah dariku untuknya hanyalah do'a tulus yang selalu kupanjatkan untuknya...untuk kebaikannya, dan untuk hidayang dariMu yang selalu aku pintakan untuknya....semoga entah kapan itu, sebelum kesempatannya berakhir Engkau ridha memberikannya hidayahMu hingga ia dapat berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik...yang jauh lebih mendekat padaMu ya  Rabb....inilah yang aku lakukan untuknya, aku tak bisa kembali mendekat padanya, hanya ini, hanya sebatas ini yang dapat kulakukan, semoga malaikat berkenan mengamini do'aku untuknya, dan engkau mengijabah do'aku....
Orang bilang ketika kita mendoakan seseorang dengan tulus tanpa orang yang kita do'akan tahu, maka malaikatlah yang akan mengamini do'a kita, semoga do'aku cukup pantas untuk diamini malaikatMu ya Rabb...
Amin....

Aku Dan Dia Yang Tak Kukenal

 Ini kisah yang aneh karena aku juga bingung, bagaimana bisa, karena secara logika tak mungkin, namun kasih sayang Allah itu maha luas...bagaimana secara ajaib Allah mengikatkan hati hambanya satu sama lain, sekalipun belum berjumpa.
Awal kisah adalah sebuah pertemanan d FB, dia bahkan sempat cemburu karena aku dekat dengan pacarnya...OMG...sudahlah...
tapi lambat laun entah bagaiman kami kini menjadi saudara...bagianya aku bagai psikiater pribadinya yang selalu siap kapanpun untk mendengarkan setiap keluh kesahnya...dengan sabar...lambat laun aku menyayanginya tak ubahnya seperti adikku sendiri....ada rasa sayang, juga kasihan jika dia sampai menangis saat berkeluh kesah padaku....
Hingga saat ini terhitung sudah beberapa bulan sejak pertama kali kami saling mengena belum sekalipun kami bertemu, hanya lewah chat, sms atau telfon...
tak apalah meski aku belum berjumpa dengannya, namun bagiku dia adalah saidariku....adik yang aku sayangi....semoga Allah menjaga rasa persaudaraan ini, amin.

Senin, 09 Juli 2012

Aku memang tak sempurna....

Aku tahu....aku bukanlah gadis yang cantik....aku tak cukup menarik...aku tidak kaya...aku juga bukan dri kalangan anak gaul....
aku memang biasa saja...secara apapun aku mungkin tak miliki banyak kelebihan....
apakah memangb karena itu aku selalu dikecewakan...?
apa aku begitu tak pantasnya mendapatkan sbuah ketulusan....?
mengapa disaat aku berikan ketulusanku balasan untukku hanyalah kekecewaan demi kekecewaan....?

i hope i can to forget u

Cinta memang aneh....aku jatuh cinta padamu...begitu jatuh cinta hingga aku relakan apa yang selama ini aku jaga....aku tak pernah sadar bahwa selama ini mungkin saja kamu hanya memanfaatkanku...memanfaatkan kepolosanku, dan memanfaatkan ketrulusan cintaku padamu....
kamu bilang sayang....kamu berikan perhatian...namun kurasa itu hanya kebohonganmu dan salah satu tipu dayamu....
bodohnya aku selalu diperdaya oleh pesonamu, ingga aku hanya bisa memaafkanmu...padahal aku tiada arti apapun untukmu selain sebagai penghibur disaat kau sepi...
bagimu aku mungkin tiada arti, tak lebih dari sekedar pelukan, ciuman, dan payudara..
karenamu aku sungguh merasa terhina....apa yang kujaga telah kau rampas....untung ajakanmu yang ingin berbuat lebih lagi dari ini tak kusanggupi....aku bersyukur tuhan masih melindungiku dan menjaga kehormatanku...
kini setelah kau dapatkan semuanya kau tiinggalkan aku dalam rasa perih yang mendalam....
aku merasa kamu hanya mempermainkanku.....aku hanya maina bagimu...tuhan apa salahku hingga aku harus berjumpa dengan seseorang yang jahat seperti demikian...
apakah aku memang begitu tak pantasnya untuk mendapatkan laki-laki yang baik tuhan....?
kini yang ingin kulakukan hanya melupakan pria yang tak punya hati itu....menyingkirkannya jauh-jauh dari hati dan fikiranku, jika bisa dari hatiku...

Entri Populer